Sebagai bentuk nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat, Departemen Ilmu Administrasi Fiskal (DIAF), Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) telah sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan berlangsung pada tanggal 21 sampai 23 Juli 2025.
Pengmas ini merupakan kolaborasi dari klaster riset yang ada di lingkungan DIAF FIA UI, POLTAX (Politics of Taxation, Welfare, and National Resilience), GAP (Governance and Accountability in Taxation) dan DTA (Digitalization of Tax Administration). Ketiga klaster ini bekerja sama dalam merancang dan menyampaikan materi literasi pajak yang dikemas secara edukatif dan kontekstual bagi generasi muda, dengan dukungan penuh dari tim Tax Centre FIA UI.
Pada 21 Juli 2025, saat kegiatan Pengmas, DIAF FIA UI beraudiensi dengan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Bupati didampingi pimpinan OPD terkait, seperti Kepala Bapenda, BPKAD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta perwakilan KPP Pratama Kuningan.
Bupati Kuningan berharap DIAF FIA UI dapat membantu menyelesaikan masalah daerah. Kerjasama ini disambut baik oleh Ketua Departemen DIAF FIA UI, Ibu Dr. Inayati, M.Si., karena sesuai dengan visi, misi, dan kompetensi keilmuan FIA UI. Ibu Inayati menambahkan, kerjasama bisa berupa asistensi/kajian kebijakan pajak, serta kesempatan bagi SDM Pemkab Kuningan untuk menempuh pendidikan S1, S2, dan S3 di DIAF FIA UI, termasuk peminatan Administrasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah pada jenjang S2.
Puncak kegiatan Pengmas telah dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2025, bertempat di Boarding School Pesantren Husnul Khatimah, kabupaten Kuningan. Mengusung tema “Tax Literacy for the Future Taxpayer” kegiatan ini menyasar siswa tingkat SMP yang menempuh pendidikan di lingkungan pesantren, dengan tujuan untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini kepada para santri sebagai calon wajib pajak di masa depan.
Literasi pajak diharapkan menjadi bekal penting agar generasi muda memahami peran strategis pajak dalam pembangunan nasional, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai warga negara. Dengan mengenalkan konsep pajak dalam bahasa yang sesuai dengan usia dan latar belakang peserta, kegiatan ini juga berupaya membangun narasi bahwa pajak tidak semata-mata kewajiban negara, tetapi juga bagian dari ibadah sosial yang dapat memperkuat solidaritas sosial dan keadilan fiskal.
Rombongan dosen dan peneliti dari DIAF FIA UI, termasuk Prof. Dr. Haula Rosdiana, M.Si., Prof. Dr. Milla Sepliana Setyowati, S.Sos., M.Ak., dan beberapa dosen lainnya, turut hadir dan mengisi sesi edukasi. Tim disambut hangat oleh Ketua Umum Yayasan Husnul Khatimah, KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd. Al Hafidz, yang menyatakan apresiasi tinggi atas inisiatif ini, mengingat Yayasan membina sekitar 4.200 santri di jenjang SMP dan SMA.
Dalam sesi pembukaan, Prof. Dr. Haula Rosdiana, M.Si., selaku Guru Besar DIAF FIA UI, menekankan pentingnya memandang pajak sebagai bentuk ibadah sosial.
“Pajak adalah bagian dari ibadah sosial yang diwujudkan dalam bentuk kontribusi terhadap pembangunan dan pemerataan kesejahteraan. Generasi muda perlu memahami bahwa menjadi warga negara yang taat pajak juga merupakan wujud kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi pajak yang interaktif dan menyenangkan, menggunakan permainan, studi kasus sederhana, serta diskusi ringan seputar manfaat pajak dalam kehidupan sehari-hari. Para santri terlihat antusias dan aktif berpartisipasi dalam setiap sesi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik awal untuk membangun budaya sadar pajak di kalangan pelajar, sekaligus mempererat kerja sama antara dunia akademik dan lembaga pendidikan berbasis pesantren dalam memperluas jangkauan edukasi fiskal di Indonesia.


