Depok, 15 April 2026 — PGAR (Public Governance and Administrative Reform) FIA UI, klaster riset di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, menyelenggarakan kegiatan Brown Bag Discussion bertajuk Policy Design in The Global South: Moving Beyond Implementation Paradox Through Second-Best Policies. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dari The University of Melbourne, Dr. Kidjie Saguin, sebagai pembicara utama.

Diselenggarakan secara hybrid di Auditorium EDISI 2020 FIA UI serta melalui Zoom Meeting, kegiatan ini mengangkat isu penting dalam studi kebijakan publik, yakni implementation paradox, ketika kebijakan yang dirancang secara baik belum tentu mampu berjalan optimal dalam tahap implementasi.

Dalam pemaparannya, Dr. Saguin menjelaskan bahwa tantangan implementasi kebijakan tidak semata terletak pada aspek pelaksanaan, tetapi juga pada desain kebijakan yang sering kali terlalu ideal dan belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan. Karena itu, pendekatan second-best policy design dinilai relevan untuk menjawab kompleksitas tersebut.

Pendekatan second-best menekankan pentingnya desain kebijakan yang adaptif terhadap berbagai keterbatasan, konflik kepentingan, serta ambiguitas yang kerap muncul dalam proses kebijakan, khususnya di negara-negara Global South. Berbeda dengan pendekatan first-best yang cenderung normatif, pendekatan ini berorientasi pada solusi yang lebih realistis, aplikatif, dan dapat dijalankan secara efektif.

Diskusi juga mengulas beragam bentuk desain kebijakan second-best, seperti political design, experimental design, dan symbolic design, yang masing-masing menawarkan strategi berbeda dalam merespons konflik maupun ketidakpastian kebijakan. Selain itu, pentingnya penguatan mekanisme monitoring dan evaluasi turut ditekankan sebagai bagian dari proses pembelajaran kebijakan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FIA UI dalam mendorong pengembangan ilmu administrasi publik yang kontekstual, inovatif, dan relevan dengan dinamika global. Melalui forum akademik seperti ini, FIA UI terus memperkuat ekosistem riset, kolaborasi internasional, serta membuka ruang diskusi kritis bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi kebijakan publik.

Leave a Comment