Depok, 2 Juli 2025 – Dalam disertasinya yang berjudul Desain Model Bisnis Komersialisasi Keantariksaan Indonesia Berbasis Kapabilitas Dinamis, Dr.Shinta Rahma Diana mengemukakan sebuah pendekatan strategis untuk mentransformasi bisnis keantariksaan Indonesia. [cite_start]Penelitian ini bertujuan untuk menggerakkan sektor keantariksaan dari dominasi pemerintah (fase tradisional) menuju fase komersial dan ekonomi luar angkasa baru new space economy, sejalan dengan perkembangan bisnis keantariksaan global dan amanat Undang-Undang Keantariksaan Indonesia No. 21 Tahun 2013 yang mengamanatkan pertumbuhan kegiatan komersial keantariksaan di Indonesia.
“Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran mixed method, yang melibatkan wawancara mendalam dan penyebaran kuesioner kepada penyelenggara keantariksaan di Indonesia, serta analisis dokumen dan jurnal terkait komersialisasi,” ungkap Dr. Shinta.
Dr. Shinta menjelaskan bahwa model bisnis dirancang menggunakan pendekatan sistem dinamis, sementara kerangka konseptualnya didasarkan pada teori transformasi Van de Ven & Poole (1995) untuk mencapai fase komersial. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa bisnis keantariksaan Indonesia masih berada di fase tradisional, meskipun beberapa kegiatannya sudah mengarah ke fase komersial. Industri sektor hulu misalnya, pembuatan satelit belum tumbuh signifikan dan memerlukan stimulus dari sektor hilir yakni aplikasi dan layanan keantariksaan untuk menggerakkannya.
Kunci untuk menumbuhkan komersialisasi keantariksaan di Indonesia adalah pembangunan basis kapabilitas dinamis, seperti Learning Capability, Sense, Seize, Reconfigure, Development Capability, Collaboration Capability, dan Entrepreneur,” Jelas Dr. Shinta.
Dalam pidatonya Dr. Shinta menyampaikan bahwa dalam disertasinya menghasilkan kapabilitas secara tidak langsung, yang dapat mendorong pertumbuhan industri keantariksaan melalui kerja sama internasional dan kebijakan yang mendukung. Strategi kombinasi antara dorongan teknologi technology push dan tarikan pasar market pull, serta penerapan corporate ambidexterity atau kemampuan untuk berinovasi sambil tetap efisien, dapat menjadi strategi penting untuk pertumbuhan industri keantariksaan di Indonesia.
“Disertasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam perumusan kebijakan dan strategi untuk pengembangan bisnis keantariksaan komersial di Indonesia,” Tutup Dr. Shinta.
Sebagai informasi promosi doktor ini diketuai oleh Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si.
dengan promotor Prof. Dr. Chandra Wijaya, M.Si., M.M. dan ko-Promotor: Dr. Fibria Indriati Dwi Liestiawati, M.Si., yang beranggotakan Dr. Brian Pratistha, S.E., M.M., Dr. Agung Firman Sampurna, M.Si., Dr. Effy Z. Rusfian, M.Si., Dr. Pantius D. Soeling, M.Si. dan Dr. Eko Sakapurnama, MBA.



