Depok, 9 Juli 2025 – Herliana Dewi, Doktor dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), berhasil merampungkan disertasinya hingga tahap promosi Doktor dengan judul “Routing Strategi Daya Saing Perusahaan Testing, Inspection, & Certification (TIC) Indonesia: Antara Perspektif Lima Kekuatan Kompetisi Porter dan Kapabilitas Dinamis”. Penelitian ini memberikan panduan strategis bagi perusahaan TIC di Indonesia untuk meningkatkan daya saing di tengah lanskap global yang terus berubah secara dinamis.
Sektor jasa Testing, Inspection, and Certification (TIC) adalah industri strategis yang menjamin kualitas, keamanan, dan kepatuhan produk serta layanan. Meskipun pasar TIC global diproyeksikan mencapai USD 282,76 miliar pada tahun 2030, kontribusi perusahaan TIC Indonesia masih sangat terbatas, hanya sekitar 0,23% dari pangsa pasar global pada tahun 2022. Kesenjangan daya saing ini menjadi fokus utama penelitian Dr. Dewi.
Disertasi Dr. Dewi bertujuan untuk memetakan daya saing perusahaan TIC Indonesia menggunakan perspektif Lima Kekuatan Porter dan Kapabilitas Dinamis, merancang “routing” daya saing berdasarkan kedua pendekatan tersebut, dan menentukan prioritas strategi melalui Analityc Hierarchy Process (AHP).
Penelitian ini menggunakan metode campuran yang melibatkan analisis deskriptif, Interpretive Structural Modeling (ISM), dan Analytic Hierarchy Process (AHP), Dr. Dewi menghasilkan peta daya saing.
“Peta ini menunjukkan bahwa tekanan eksternal seperti intensitas persaingan dan ancaman substitusi mendominasi struktur industri atau perspektif Porter’s Five Forces. Sementara itu, dari sisi internal atau perspektif Kapabilitas Dinamis, inovasi, digitalisasi, kolaborasi, serta solusi dan keterikatan pelanggan menjadi kunci keunggulan dinamis,” Jelas Dr. Dewi
Dr. Dewi memaparkan bahwa melalui analisis AHP, strategi fokus terpilih sebagai prioritas dari pendekatan Porter, sementara innovation capability menjadi prioritas tertinggi dari pendekatan Kapabilitas Dinamis.
Selain itu juga, Dr. Dewi menjelaskan bahwa strategi fokus relevan secara kontekstual namun terbatas dalam jangka panjang karena rentan terhadap perubahan pasar. Routing daya saing Porter menekankan efisiensi, reputasi teknis, dan kemitraan strategis, sedangkan routing berbasis Kapabilitas dinamis menekankan kemampuan sensing (mendeteksi perubahan), seizing (merespons peluang), dan reconfiguring (mengkonfigurasi ulang kapabilitas) berdasarkan reputasi dan kapabilitas inti.
“Temuan penting lainnya adalah bahwa pendekatan Porter’s Five Forces lebih bersifat diagnostik, sementara pendekatan Resource Based View (RBV) yang berfokus pada kapabilitas dinamis lebih relevan untuk menjelaskan keunggulan kompetitif berkelanjutan bagi perusahaan TIC Indonesia, terutama yang berbasis pada kompetensi inti dan aliansi strategis,” Tutur Dr. Dewi.
Penelitian Dr. Herliana Dewi ini memberikan kontribusi penting dalam perumusan strategi bagi perusahaan TIC di Indonesia untuk bersaing secara efektif di pasar global yang semakin kompetitif, mendorong inovasi, dan mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan.
Sebagai informasi, tim penguji sidang promosi doktor terdiri dari ketua Prof. Dr. Milla Sepliana Setyowati, M.AK., promotor Prof. Dr. Martani Huseini, MBA., ko-promotor Dr. Andreo Wahyudi Atmoko, M.Si. dengan anggota Prof. Dr. Ir. Mohammad Hamsal, MSE, MQM, MBA., Dr. Sri Bramantoro Abdinagoro, MM, CBV, CMP., Dr. Heri Fathurahman, M.Si., Dr. Achmad Fauzi, M.E.


