JAKARTA, KOMPAS.com – Bocornya tanggul laut di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi pembicaraan banyak orang belakangan ini.
Tanggul itu menjadi pembicaraan banyak orang usai kondisinya yang bocor diunggah oleh salah satu warga ke sosial media Instagram @jakut_info.
Dalam video tersebut, terlihat bahwa air laut merembes dari area bawah tanggul.
Air laut yang merembes langsung menggenangi daratan di sekitar tanggul Muara Baru.
Daratan yang tadinya berupa tumpukan puing, rerumputan, dan tanah merah, langsung berubah menyerupai kolam.
Warga bernama Nurhasan (40) menyebut, bocornya tanggul laut Muara Baru bukan merupakan kali pertama.
“Bocornya mulai sekitar 3-4 tahun lalu. Ini tanggul dibangun zamannya Ahok,” ujar Nurhasan ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Jumat (5/12/2025).
Selama ini, kebocoran tanggul bukan hanya terjadi di satu titik saja, tetapi juga beberapa titik yang sudah mengalami keretakan.
Biasanya, hanya sedikit air yang bocor sehingga air laut yang tumpah ke darat tidak terlalu banyak.
Namun, karena kondisi laut sedang pasang kemarin, kebocoran tanggul justru membesar dan tak lagi mampu menghalau air agar tidak tumpah ke daratan.
Warga resah
Kebocoran yang terjadi membuat sejumlah warga merasa begitu resah, karena rumah mereka hanya berjarak sekitar 800 meter dari tanggul itu.
Mereka khawatir, tanggul itu tak lagi kokoh dan suatu saat akan jebol serta membahayakan warga di sekitarnya.
“Khawatir takut lah kalau jebol, orang lautnya sudah tinggi,” ucap Nurhasan.
Warga lain, Tari (60), juga waswas karena kondisi tanggul laut yang sudah ringkih.
“Khawatir takut lah kalau jebol, orang lautnya sudah tinggi,” tutur Tari.
Warga lain, Iis (42), juga merasa begitu khawatir dengan kondisi tanggul yang sudah sering bocor.
Sebab, jika terus-terusan bocor, ada sekitar 4 RT di Penjaringan yang bakal terdampak paling parah karena paling dekat tanggul.
“RT 6, RT 12, RT 05, RT 14, di RW 17, yang berada di sepanjang tanggul ini,” tucap Iis.
Bocornya tanggul kemarin membuat air laut menggenang hingga ke depan rumah warga.
Ketinggian air laut yang tumpah di depan rumah warga mencapai 20-30 cm. Tak hanya itu, air juga masuk ke dalam beberapa rumah warga.
Usai puncak rob mereda, air laut yang rembes dari area bawah tanggul sudah tak lagi mengalir sampai ke depan rumah warga.
Tanggul bocor ditambal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung melakukan penanganan untuk memperbaiki tanggul yang bocor di Muara Baru.
Pengamatan Kompas.com di lokasi, perbaikan dilakukan oleh para pasukan biru Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA), Kecamatan Penjaringan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara.
Ada sekitar 35 petugas yang diterjunkan untuk melakukan perbaikan tanggul yang bocor tersebut. Perbaikan tanggul yang dilakukan bersifat sementara dengan cara ditambal saja.
“Alhamdulillah berjalan lancar dengan ketinggian air enggak terlalu tinggi banget, ya, kita antisipasi saja jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Korlap SDA Kecamatan Penjaringan Suryadi kepada Kompas.com, Jumat.
Sejauh ini, sudah ada empat titik tanggul yang bocor di Muara Baru yang sudah ditambal oleh para petugas SDA.
Penambalan tanggul dilakukan dengan cara menggali titik yang mengalami kebocoran. Kemudian, area itu ditambal dengan karung berisikan pasir, lalu ditutup kembali menggunakan semen.
Meski sudah ditambal, air laut terlihat tetap merembas di beberapa titik area bawah tanggul, meski tak sebesar kemarin.
Tak boleh dianggap remeh
Peneliti dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Budi Heru Santosa, menyebut bocornya tanggul tidak boleh dianggap remeh karena bisa mendatangkan dampak yang lebih serius.
“Kebocoran tersebut kerusakan struktural yang akan cepat berkembang menjadi semakin parah. Sangat penting untuk menangani masalahnya segera,” jelas dia.
Jika tanggul yang bocor tak segera diperbaiki maka air laut yang merembas akan menggerus tanah dasar tanggul, terutama pada lokasi yang pondasinya kurang dalam sehingga akan membentuk rongga yang memicu terjadinya gagal struktur. Imbasnya, tanggul bisa saja ambruk mendadak.
Selain itu, air laut yang merembas ke dalam struktur beton bertulang akan mempercepat korosi tulangan beton sehingga akan membuat tanggul menjadi lebih mudah rapuh.
Perawatan belum maksimal
Pengamat Tata Kota M Azis Muslim menilai, bocornya tanggul di Muara Baru sudah seharusnya menjadi perhatian banyak orang.
Azis juga menyinggung sebelumnya Mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah memperingati agar kualitas tanggul di Pantai Mutiara yang juga sempat bocor segera diperbaiki.
Namun, kejadian yang serupa justru kembali terjadi di tanggul Muara Baru.
“Tentu kondisi ini sangat memperihatinkan kalau sampai ditemukan adanya kebocoran karena sudah cukup lama infonya, berarti ini kan menunjukan bahwa bagaimana pemerintah memantaince atau perawatan terhadap infrastruktur itu belum sempurna sepenuhnya efektif dalam melindungi masyarakat dari ancaman banjir,” ungkap Azis.
Bocornya tanggul di Muara Baru dinilai sebagai peringatan dini untuk pemerintah agar segera melakukan audit terhadap seluruh tanggul yang selama ini diandalkan untuk mencegah air agar tidak tumpah ke daratan ketika laut sedang pasang.
Evaluasi secara menyeluruh terhadap kualitas tanggul di Jakarta penting dilakukan pemerintah agar kebocoran serupa tidak terjadi di wilayah-wilayah lain.
Masyarakat perlu dilibatkan
Untuk mencegah agar kebocoran tanggul tak terulang, pemerintah diminta melibatkan masyarakat.
“Seyogyanya pemerintah mengambil tindakan secara cepat, ketika ada laporan atau sudah diketahui maka segera untuk memperbaiki tanggul dan mencegah kerusakan lebih lanjut,” jelas Azis.
Bocornya tanggul Muara Baru yang sudah bertahun-tahun menunjukan bahwa kawasan rentan itu kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
Oleh karena itu, dengan adanya laporan masyarakat secara aktif pemerintah diharapkan bisa segera bertindak cepat apabila ada kerusakan tanggul lainnya.
Dengan begitu, pemerintah bisa menunjukan peran bahwa mereka hadir dalam menjaga keselamatan dan ketentraman warganya dengan melakukan berbagai upaya seperti memperbaiki kualitas tanggul yang memang sudah dibangun menggunakan uang pajak rakyat.
“Negara itu harus hadir di berbagai situasi dan juga paling penting cukup tanggap atau memiliki ketanggapan terhadap situasi, kalau pun diketahui cukup lama bocornya kenapa tidak segera ditangani,” ungkap Azis.
Harus ditambal permanen
Penambalan tanggul yang bocor dinilai hanya sebagai solusi jangka pendek dan tidak terlalu efektif.
Sebab itu, pemerintah disarankan segera mengaudit seluruh tanggul yang rentan rusak atau bocor dan dilakukan perbaikan secara permanen.
“Namun, meski dilakukan audit menyeluruh terhadap tanggul-tanggul yang ada sehingga penanganannya itu bersifat permanen dan mencegah kebocoran berulang,” jelas Azis.
Azis menegaskan, agar pemerintah tidak menganggap perbaikan tanggul yang dilakukan hanya sekedar projek menguntungkan semata.
Namun, juga harus dikerjakan sungguh-sungguh dengan mekanisme yang berkelanjutan untuk mencegah agar tidak terjadinya kerusakan berulang.
Perbaikan tanggul yang dilakukan harus memperharikan penyebab kebocorannya terlebih dahulu apakah karena strukturnya yang tidak kokoh atau konstruksinya yang memang tidak rapi.
Degan memperhatikan hal itu, perbaikan tanggul yang dilakukan akan tepat dan potensi kerusakan berulang akan minim terjadi.
Dr. Muh Azis Muslim, M.Si. Dosen Ilmu Administrasi Negara
Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2025/12/08/11442371/di-balik-tanggul-laut-bocor-ada-warga-yang-selalu-waswas?page=all#page2



